Jumat, 24 Januari 2020

Januari 24, 2020

Review Buku Bentang Jejak karya Danny Dzul Fikri

"Setiap manusia memiliki lintasan jejaknya masing-masing. Yang mulai terbentang sejak terlahir,  dan berakhir saat perjalanan hidupnya telah selesai. Ada yang bisa menempuhnya dengan cukup cepat, ada juga yang harus menempuhnya dengan waktu yang tidak sebentar. Ada yang melintasinya dengan cukup mudah, tapi ada juga yang harus menancapkan jejaknya jauh lebih dalam." (Bentang jejak, hal vii)


Bentang Jejak adalah buku pertama karya Danny Dzul Fikri. Seorang lulusan ITS Surabaya yang aktif menulis  di dannydzulfikri.tumblr.com. Saya termasuk penikmat tulisan di blog pribadinya yang banyak berisikan tentang perjalanan hidup, pemikiran, dan sudut pandang.

Bentang Jejak berisi sekumpulan cerita dan makna. Puluhan cerita dan prosa pendek dalam buku ini ditulis dengan mengangkat tema kehidupan, orang tua, perjuangan, perjalanan, keluarga, mimpi, dan tentu saja… cinta. 

Buku ini dibagi ke dalam empat bagian yang menunjukkan perjalanan, yaitu; bersiap memulai,  diam, lari, dan sampai.
Gaya penulisan yang digunakan ringan, manis, dan cukup tegas memberikan nilai positif bagi buku ini.

Secara keseluruhan Bentang Jejak merupakan buku yang bagus dan dapat dikategorikan sebagai must-read-book. Terlebih untuk siapapun yang sedang membutuhkan bacaan bergizi, nasihat-nasihat yang tak menggurui pada buku ini sangat cocok untuk dijadikan cubitan yang mungkin bisa menyadarkan.

Teruntuk penulis, terima kasih telah menulis tulisan yang begitu menginspirasi baik itu melalui Bentang jejak maupun melalui akun tumblr. Teruslah menulis dan menebarkan inspirasi serta kebaikan untuk lebih banyak orang lagi. Barrakallah.

Oh iya, berikut adalah beberapa kutipan quotes dari buku Bentang Jejak :

“Akan ada bagian dari hidup yang tidak bisa kita minta untuk menunggu. Dan hanya kita yang dipilih untuk menjawab, bukan orang lain, bukan pula waktu.” (Danny, 2018: iv)

“Tunggulah dengan cara yang baik. Sambil terus menjaga saba, agar ada ruang untuk Tuhan menunjukkan peran. ” (Danny, 2018: 14)

"Terlepas lama atau sebentar, kalau memang mau bersabar, akan ada yang di datangkan." (Danny,  2018:28)

"Kalau cemas takut terlambat, jangan kelamaan berjalan, sana berlarilah, kau sudah tau kan rasanya kalah cepat? Apa iya mau lagi?" (Danny, 2018:37)

"Karena manusia tidak akan tahu dari upaya yang mana harapan itu didekatkan, dari doa yang mana keinginan itu diwujudkan. Akan sama persis yang kita minta, tertunda untuk sementara, atau diganti yang lebih baik menurutNYA." (Danny, 2018:51)

"Dan apa-apa yang telah Dia tetapkan telah memberiku pemahaman. Bahwa kehendakNYA atas setiap rentang waktu, tidak akan pernah terencana dan terlaksana dengan keliru." (Danny,  2018:115)

"Kedatangan kita bisa saja menjadi ujian yang cukup menggelisahkan dalam kehidupan seseorang. Entah kita tidak menyadari, sengaja tidak peduli, atau memang kita yang tidak mau tahu. Berhati-hatilah, tidak hanya untuk hati kita,  tapi juga untuk hati yang orang lain miliki." (Danny, 2018:128)

"Perubahan bukan tergantung pada waktu, tapi kembali pada diri sendiri. Enggan atau mau." (Danny,  2018:153)


Informasi Buku

Judul            : Bentang Jejak
Penulis         : Danny Dzul Fikri
Penerbit       : Ruang Angkasa Indie
Tahun terbit : 2018
Jumlah hal   : 182 halaman

About

authorBukan siapa-siapa, hanya fakir ilmu yang dipertemukan denganmu melalui tulisan disini ✌.
Learn More →



"Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk orang lain."(HR.Thabrani dan Daruquthni),